Tjipto Mangoenkoesoemo

dr. Tjipto Mangoenkoesoemo (EYD: Cipto Mangunkusumo) (Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, 1886 – Jakarta, 8 Maret 1943) adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai “Tiga Serangkai” yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda.

Berasal dari Jawa Tengah
Lahir 1886 di Pecangakan, Ambarawa, Semarang
Meninggal 8 Maret 1943 di Jakarta,Indonesia
Meninggal di usia 57 tahun
Di makamkan Ambarawa, Semarang

No Sk 109 Tahun 1964
Tgl Sk 02 Mei 1964

Cipto Mangunkusumo adalah seorang dokter, wartawan sekaligus pejuang pergerakan nasional kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker da Ki Hadjar Dewantara ia dikenal sebagai “Tiga Serangkai”.

Ia banyak menyebarkan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia pada generasi muda pergerakan nasional Indonesia ketika itu.

Cipto Mangunkusumo aktif memberikan pengobatan kepada rakyat kecil sehingga ia dijuluki sebagai Dokter Jawa yang berbudi.

Disamping bekerja sebagai dokter, ia banyak menulis di surat kabar Belanda de Locomotief, terbitan Semarang. Tulisannya mengeritik dan menyerang pemerintah tentang cara memerintah yang feodalistik hingga rakyat makin melarat dan bodoh.

Bersama dengan dr Soetomo mereka mendirikan organisasi Boedi Oetomo yang bergerak dibidang pengumpulan beasiswa.

Dalam Kongres Boedi Oetomo yang diselenggarakan pada 3 dan 4 Oktober 1908 di Yogyakarta, Cipto Mangunkusumo mengusulkan agar Boedi Oetomo dijadikan sebagai organisasi politik

Pada tahun 1913 Ia menulis harian De Express, 26 Agustus 1913 yang berjudul ”Kracht of Vrees” (Kekuatan atau Ketakutan). Akibat tulisannya tersebut ia diasingkan oleh Pemerintah Hindia-Belanda. ***

Author: Redaksi